SatuanPendidikan : SMP Negeri Kudu Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas / Semester : VIII/Satu Materi Pokok : MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLOH DENGAN SHOLAT SUNNAH Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (6 x 40 menit) A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan 1 : a. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian salat sunnah b.
tentangdakwah, tulisan ini membahas hakikat dan tujuan dakwah Islam. Kata kunci: Dakwah, Kewajiban, Hakikat, Tujuan, Rahmatan lil alamin. PENDAHULUAN Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada kesadaran atau mengubah situasi ke situasi yang lebih baik dan sempurna menurut ajaran Islam baik terhadap pribadi maupun terhadap masyarakat. Pada
Pendidikansebagai salah satu kebutuhan dasar dalam hidup, memiliki peranan penting dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang. Pendidikan holistik merupakan suatu filsafat pendidikan yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, makna, dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai spiritual.
Update12 Pertanyaan Tentang Akhlak Moral Dan Etika Terupdate . Morell dan etika ini berkaitan mencapai budi karakter seseoranew york yang menjadimodernkan ia manusia yang dicsseleven st lebih baik. pengertian etika moral dan akhlak dalam islam 237 etika diartikan sebagai 1 ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral .
Tujuanakhir pendidikan islam itu dapat dipahami dalam firman allah QS Ali-Imran :102 yang artinya: "wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran islam). Tujuan pendidikan islam menurut perspektif para ulama, adalah sebagai berikut: 1. Menurut Abdurahman Saleh Abdullah. Mengatakan bahwa pendidikan islam bertujuan untuk membentuk kepribadian sebagai kholifah Allah swt atau
zMjF. A. Perspektif Alquran dan Hadist tentang Tujuan Pendidikan Konsep tujuan pendidikan menurut Umar Muhammad At-Taumi Ash-Shaibani adalah perubahan yang diinginkan melelui proses pendidikan, baik dalam tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, kehidupan masyarakat, dan alam sekitar maupun pada proses pendidikan serta pengajaran itu sendiri. Berdasarkan konsep ini, pendidikan dipandang tidak berhasil atau tidak mencapai tujuan apabilatidak ada perubahan pada diri peserta didik setelah menyelesaikan suatu progam pendidikan. Agar dapat terukur, sebelum melakukan proses pendidikan perlu dibuat rumusan-rumusan tujuan yang jelas. Rumusan tersebut dapat digali dari sumber pendidikan Islam yaitu Alquran dan hadist. Berikut ini akan dikemukakan ayat-ayat Alquran dan hadist yang berkenaan dengan tujuan pendidikan. Diantanya bertakwa kepada Allah, beriman, dan berakhlak Bertakwa kepada Allah Berdasarkan rumusan para ahli tujuan pendidikan salah satunya yaitu membentuk peserta didik menjadi insane yang saleh dan bertakwa kepada Allah. Allah berfirman dalam Surat Al-Hujurat 13 ููุงููููููุงุงุงููููุงุณู ุงููููุง ุฎูุงูููููููู
ู ู
ููู ุฐูููุฑู ูููุงูููุซูู ููุฌูุนูููููููู
ู ุดูุนูููุจูุง ูููููุจูุง ุฆููู ููุชูุนูุง ุฑูููููุง ุงูููู ุงูููุฑูู
ูููู
ู ุนูููุฏูุงูููู ุงูุชูููููู
ู ุงูููู ุงูููู ุนูููููู
ู ุฎูุจูููุฑู Artinya Wahai manusia sungguh kami telah menciptakan kau dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kau di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah maha mengetahui, maha teliti. Ketakwaan dasalehan itu ditandai dengan kemapanan akidah dan keadilan yang mewarnai segala aspek kehidupan seseorang yang meliputi pikiran, perkataan, perbuatan, pergaulan dan lain sebagainya. Untuk mencapai tujuan pendidikan terdapat empat hal yang mesti di perkenalkan kepada peserta didik melalui materi yang di ajarkan yaitu Memperkenalkan kepada mereka, bahwa manusia secara individu. Memperkenalkan kepada mereka, bahwa manusia sebagai makhluk sosial. Memperkenalkan kepada mereka bahwa alam ini ciptaan Tuhan dan mengajak peserta didik memahami hikmah Tuhan menciptakannya. Memperkenalkan kepada mereka pencipta alam dan mendorong mereka beribadah. Keempat hal di atas di sebut oleh al- jamali sebagai inti dari tujuan pendidikan islam yaitu mengenal Allah dan bertakwa kepada-Nya. Sehubunagn dengan takwa sebagai tujuan pendidikan, berikut ini hadist yang sesuai ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ุฑุถู ุงููู ุนูู ุณุกู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ู
ููู ุงูููุฑูู
ู ุงููุงุณู ูุงู ุฃููุชูุงูู
ููู Artinya Abu hurairah meriwayatkan bahwa rasulullah ditanya, โYa, Rasulullah, siapa manusia yang paling mulia?โ Beliau menjawab, โOrang yang paling bertakwa.โ HR. Muslim Hadist ini menunjukkan bahwa manusia yang paling mulia adalah yang paling tinggi tingkat ketakwaannya. Sikap takwa mengalahkan semua indikasi kemulian martabat yang lain. Simbol-simbol kemodernan dan kesejahteraan yang dimiliki oleh seseorang tidak dapat mengalahkan sikap takwa. Hal itu berarti bahwa kendatipun sesesorang memiliki keterampilan menggunakan teknologi mutakhir dan memiliki kekayaan yang melimpa, tetapi ia tidak bertakwa kepada Allah, maka sesungguhnya ia belum dapat dimasukkan kedalam kategori orang yang paling mulia. 2. Beriman dan berilmu Ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam sangat erat kaitannya dengan iman, iman dibangun atas dasar ilmu pengetahuan maka bertambahnya ilmu identik dengan bertambahnya iman. Dalam Surat Ali- Imran Ayat 190-191 ditegaskan ุงูููู ูููู ุฎููููู ุงูุณููู
ูููุชู ููุงูููุงุฑูุถู ููุงุฎูุชูููุงูู ุงููููููู ููุงููููููุงุฑู ููุงูููุชู ููุงูููููู ุงูููุงูููุจูุงุจู ุงููููุฐููููู ููุฐู ููุฑููููู ุงููููู ููููุงู
ูุง ูููููุนูููุฏูุง ููุนููู ุฎููููู ุจูููู
ู ููููุชููููููุฑููููู ูููู ุฎููููู ุงูุณููู
ูููุชู ููุงููุงูุฑูุถู ุฑูุจููููุง ู
ูุงุฎูููููุชู ููุฐุงุจูุงุทูููุง ุณูุจูุญููููู ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู Artinya Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata โYa Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. Dalam ayat diatas memperbincangkan tentang orang berakal ulul Albab orang yang dapat mengombinasikan antara dzikir dengan piker atau sebaliknya. Ketika dia berfikir, meneliti atau mengkaji alm sekitar munculah dzikirnya dan ketika dia berdzikir munculah pikirnya. Sehingga setiap kali dia sampai kepada suatu kesimpulan maka kajiannya, jiwanya yang paling dalam berucap โ Hal ini Allah ciptakan dengan tidak sia-sia, semuanya berguna dan bermanfaat bagi manusiaโ. Menyimak hal tersebut maka dalam tujuan pendidikan salah satunya harus mewujudkan peserta didik yang beriman kepada Allah, karena dengan takwa dan beriman kepada Allah maka akan mewujudkan peserta didik yang berakhlak muliadan berprilaku terpuji. Berkaitan dengan iman, terdapat hadist berikut ุนู ุณููุงู ุจู ุนุจุฏ ุงููู ุงูุซููู ูุงู ููุชู ูุง ุฑุณูู ุงููู ูู ูู ูู ุงูุฅุณูุงู
ูููุง ูุง ุงุณุฃูู ุนูู ุงุญุฏุง ุจุนุฏู ูุงู ูู ุงู
ูุชู ุจุงููู ูุณุชูู
ู Artinya Sufyan bin Abdullah Ats- Tsaqafi meriwayatkan bahwa ia berkata kepada rasulullah, โYa, Rasulullah, katakanlah kepada saya sesuatu tentang Islam yang tidak akan saya tanyakan lagi sesudah engkau.โ Nabi berkata,โ Katakanlah, โSaya beriman kepada Allah.โ Lalu tetaplah pendirianmu. HR. Muslim dan Ahmad. Hadist diatas menjelaskan bahwa iman kepada Allah dan Istiqomah dengan pengakuan keimanan itu merupakan suatu hal yang sudah cukup dan memadai bagi seorang Muslim. Oleh karena itu, para pendidik harus berusaha agar peserta didik memiliki iman yang kuat dan teguh pendirian dalam melaksanakan runtutan iman tersebut. Jika seorang yang beriman diyakini sebagai orang yangdimuliakan dan diistimewakan oleh Allah didunia dan akhirat, maka seyogianya segala proses pendidikan Islam diarahkan untuk mencapai derajat itu. 3. Berakhlak Karimah Misi utama Rasulullah SAW adalah menyempurnakan kemuliaan Akhlak, maka proses pendidikan diarahkan menuju terbentuknya pribadi dan umat yang berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan penegasan Allah dalam firmannya Surat Al- Ahzab 21 ููููุฏู ููุงูู ููููู
ู ูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุงูุณูููุฉู ุญูุณูููุฉู ููู
ููู ููุงูู ููุฑูุฌูููุงุงูููู ููุงููููููู
ู ุงูููุงุฎูุฑูููุฐู ููุฑูุงูููู ููุซูููุฑูุง Sungguh, telah adad pada diri rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu orang yang mengharap rahmat Allah dan Kedatangan Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. Dalam hal ini dapat dilihat dari sebuah hadist berikut ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงู ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฅูู
ุง ุจุนุซุชู ููุฃุชู
ูู
ู
ูุงุฑู
ุงูุฃุฎูุงู Artinya Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasullah SAW bersabda โSesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.โ HR. Al-Baihaqi. ุนู ุฌุงุจุฑ ุจู ุนุจุฏ ุงููู ูุงู ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณููู
ุฅููู ุงููู ุจุนุซูู ุจุชู
ุงู
ู
ูุงุฑู
ุงูุฃุฎูุงู ููู
ุงู ู
ุญุงุณู ุงูุฃูุนุงู Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โSesungguhnya Allah mengutusku dengan tugas membina kesempurnaan akhlak dan kebaikan pekerjaan. HR. Ath-Thabrani Kedua hadist diatas menujukkan dengan tegas bahwa misi utama Rasulullah adalah memperbaiki akhlak manusia. Beliau melaksanakan misi tersebut dengan menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak yang mulia dan menganjurkan agar umatnya senantiaa menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan secara tegas, beliau mengatakan bahwa kualitas iman seorang dapat diukur dengan akhlak yang ditampilkannya. Itu berarti bahwa semakin bagus kualitas iman seseorang Akan semakin baik pula akhlaknya. Dengan kata lain, akhlak seseorang yang buruk merupakan pertanda bahwa imannya juga buruk. Para ahli pendidikan Islam telah merumuskan tujuan pendidikan yang merangkum maksud-maksud hadist diatas. Rumusan tersebut yaitu sebagai berikut Tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya insan kamil yang didalamnya memiliki wawasan kaffah agar mampu menjalankan tugas-tugas kehambaan, kekhalifaan, dan pewaris nabi. Rumusan tujuan hasil keputusan seminar pendidikan Islam se-Indonesia tanggal 11 Mei 1960 di Cipayung, Bogor; tujuan pendidikan Islam adalah menanamkan takwa, akhlak, serta menegakkan kebenaran dalam rangka membentuk manusia yang berpribadi dan berbudi luhur menurut ajaran Islam. Sehubungan dengan pernyataan tentang tujuan pendidikan yang mencangkup tiga hal diatas yakni bertakwa kepada Allah, beriman dan berilmu, dan juga berakhlak yang mulia terdapat sebuah firman Allah SWT yang mencangkup tiga hal tersebut yakni sebagai berikut Artinya Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah โAdakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?โ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Ayat ini menafikan kesamaan orang musyrik dengan orang-orang yang taat kepada allah; orang yang taat beribadah kepada Allah lebih beruntung dari pada orang-orang yang musyrik. Selain menafikan kesamaan orang musyrik dengan orang yang taat beribadah kepada-Nya, ayat ini juga menafikan kesamaan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu; ilmu semestinya dapat membangun pribadi yang menyadari akan kekuasaan dan kemahabesaran Allah sehingga dia menjadi ulul al-bab. Keadaan ilmu mestilah berpengaruh terhadap pikiran, perasaan, dan perilaku orang yang berilmu tersebut. Pengaruh inilah yang membuat diri yang berpredikat saleh, takwa, atau ulul al-bab. Ada tiga indikator yang menunjukan terbentuknya predikat tersebut. Atau dengan kata lain ada tiga indikator yang menunjukan bahwa telah terciptanya tujuan pendidikan pada peserta didik. Pertama qanitun ana al-layl sajidan wa qoโiman. Dia menjadi orang yang sangat taat dalam menjalankan ibadah walaupun dalam keadaan apapun tetap taat melaksanakan ibadah apa saja yang si perintahkan Allah dan Rasul-Nya. Kedua yahdar al-akhirah takut kepada azhab akhirat. Dia sangat berhati-hati dalam menjalankan kehidupannya jika suatu kegiatan yang sedang di hadapinya itu dapat merugikan dan mengorbankan kebahagiaannya di akhirat maka kegiatan itu langsung di tinggalkan. Ketiga yarju rahmata robbik mengharap rahmat Tuhannya. Orang yang saleh selalu mengharapkan rahmat-Nya jika kegiatan yang tidak ada manfaatnya atau tidak berorientasi kepada rahmat Allah tidak menjadi perhatiaannya bahkan dia menjauh dari kegiatan tersebut. Ketiga karakter diatas ini dapat pula membentuk pribadi yang sabar menerima cobaan dari Allah, baik cobaan dalam menghadapi musibah, dalam menghadapi maksiat, ataupun dalam ketaatan kepadanya, dimana kesabaran itu perpanjangan dari kesholehan dan ketakwaannya. Ayat diatas menggambarkan pula efek atau dapat dari kesalehan dan ketakwaan terhadap pribadi yang saleh, takwa, dan ulul albab tersebut, yaitu kebahagian didunia dan balasan diakhirat yang tiada terkira.
pertanyaan tentang tujuan pendidikan islam